MENGENAL JENIS CLAY

Pengenalan Jenis Clay

Clay adalah bahan seperti adonan yang bisa dikreasikan secara luas, mulai dari boneka, minatur, hiasan, bunga, sampai aksesoris.
Hampir semua dapat dibuat dengan clay, hanya perlu eksplorasi untuk mengenal karakteristik tiap jenis yang cocok supaya hasilnya lebih maksimal.

Clay terdiri dari bermacam – macam, ada Pottery Clay (tembikar), Polymer Clay (clay yang harus dibakar untuk hasil yang permanen), Malam (mainan anak oil base yang tidak bisa kering), Air Dry Clay, dll.

Nah saya ingin membahas beberapa Air Dry Clay yang saya tahu dan kebanyakan sudah saya coba :

1. Grace

  grace clay
Clay jenis air dry ini berasal dari Jepang, harganya berkisar diatas 170 ribu untuk ukuran 2 pack @100 gram (updated 2018).
Biasanya saya menggunakan warna yang natural (bukan warna) karena saya senang mengeksplorasi warna. Jadi kalau mau membuat warna tinggal mencampur dengan cat (saran untuk hasil terbaik gunakan cat minyak supaya mempertahankan karateristik clay Grace).
Karakteristik clay grace ini sangat halus dan enak sewaktu diuleni dengan tangan, dan warnanya cenderung agak kearah transparan maka saya menyarankan menggunakan cat minyak daripada cat lainnya yang cenderung membuat warnanya makin solid, sayang kan clay mahal malah hasilnya tidak sesuai, waktu mencampur warna harus agak banyak untuk mendapatkan warna gelap yang cenderung translucent.
Grace dapat ditipiskan sampai benar – benar tipis, biasanya untuk membuat baju, renda, kelopak bunga.
Tidak mudah retak dan kalau mau menghaluskan bisa dengan diolesi sedikit air, misalnya membuat sambungan,
dibantu dengan *alat yang tepat maka hasilnya akan terlihat rata dan rapi.
*alat disini maksudnya tools clay, yang fungsinya sesuai kebutuhan.
Clay grace sangat bagus dibuat bunga dengan kelopak yang membutuhkan tingkat ketipisan tinggi dan hasil akhir yang agak sedikit transparant(tidak butek).
Saran saya untuk pemula yang baru belajar tanpa pemandu (kursus), sebaiknya menggunakan clay jenis lain seperti soft clay atau clay tepung (akan dijelaskan dibawah).
Tetapi untuk kursus memperdalam skill lebih baik menggunakan clay jenis grace ini karena kita bisa mengeksplorasi banyak bentuk, karakter dan warna.

2. Soft Clay
Kenapa saya memasukkan soft clay di no.2? Karena saya menulis artikel ini berdasarkan urutan saya menggunakan dan mengeksplorenya.
Pada awalnya saya belajar sendiri membuat clay tepung (saya jelaskan dibawah) lalu sekian lama saya mempelajari karakternya, clay tepung sangat tidak stabil, terkadang saya bisa membuat adonan yang liat dan awet sampai bertahun – tahun tapi terkadang agak lengket dan cepat jamuran.
Soft clay itu sebetulnya diatas clay tepung dan versi ekonomis dari clay Jepang atau clay Thailand.
Maka saya mencoba searching ternyata banyak toko online yang menjual, tetapi hati – hati karena tidak semua bisa dipakai,
Yang pernah saya beli :
*terlalu lembek dan lengket sehingga tidak bisa diuleni dan sulit dibentuk karena lembek
*ada yang bagus dan elastis tapi saat disatukan antar clay sulit menempel meskipun pakai lem
*ada lagi yang bagus cukup elastis dan karakteristik lembut tetapi hanya tahan 1 bulan selebihnya sulit diadon dan retak.
Range harga 10 ribu – 25 ribu tahun 2012-2014 (kemasan 100, 150, 200 dan 250 gram) kalau lebih dari itu biasanya reseller dropship.
Tips saya : beli soft clay dari toko online yang juga menggunakan clay ini sehingga karakteristiknya bisa ditanyakan apa kira – kira cocok untuk anda.

3. Tepung Clay

398040_111145692394592_830251997_n
Mungkin sudah banyak orang yang mencoba membuat sendiri dirumah, tapi kadang masih ada yang berjamur atau berubah warna menjadi kecoklatan.
Kenapa bisa begitu? Karena bahan yang digunakan adalah tepung organik (bahan makanan) sehingga ketika pada suhu atau kelembaban tertentu pastinya akan muncul
jamur atau perubahan fisik lainnya. Tips dari saya adalah menggunakan pengawet, bisa minyak sayur, garam dan benzoat. Untuk minyak gunakan secukupnya saja,
garam 1/20 dari total adonan, benzoat cukup seujung jari. Penggunaan garam terlalu banyak akan mengakibatkan adonan berkeringat ketika dibungkus plastik,
penggunaan benzoat terlalu banyak akan menyebabkan adonan berlubang – lubang / bergelembung jika disimpan terlalu lama.
Resep tepung clay saya :
– tepung terigu
– tepung sagu
– tepung maizena
– lem putih
– body lotion (saya lebih mantap menggunakan merk c*tra yang bengkoang, hasil adonan lebih liat)
– baby oil
– garam
– minyak sayur
– benzoat
mengapa tidak pakai takaran? saya dulu waktu baru pertama kali belajar menggunakan takaran hasilnya malah aneh dan lembek.
Kemudian saya mulai berlatih terus dan akhirnya tidak perlu memakai takaran, cukup dengan feeling.
Lebih baik takaran tepung terigu lebih banyak dari tepung lainnya. jadi misalnya tepung sagu dan maizena segenggam, tepung terigu 2 genggam, garam sejumput, benzoat.
Lem putih tambahkan sedikit demi sedikit tutupi dengan tepung supaya tidak lengket, jangan sampai lebih banyak lem, bila masih terasa kurang,
tambahkan body lotion 2 sdm dan baby oil, uleni sampai liat dan tidak menempel ditangan (tangan bersih dari adonan yang menempel).
Setelah itu dibungkus menggunakan plastik lembaran yang sudah diolesi baby oil, simpan selama 24 jam, keesokan harinya buka sebentar sambil uleni,
ulangi sampai 2-3 hari maka adonan akan semakin liat dan tahan lama.
Adonan sebaiknya disimpan dalam kemasan kecil – kecil (dibagi beberapa bagian) tujuannya supaya clay tidak cepat kering karena sering diambil terkena udara.

4. Paper Clay
Dinamakan paper clay karena bahan dasarnya adalah kertas yang dihaluskan sampai berbentuk adonan. ketika kita mengambil atau membelah adonan paper clay akan terlihat serabut tipis seperti ketika sobekan kertas.
Paper clay karakteristiknya keras dan agak sulit diadon tapi bisa diakali dengan menambahkan sedikit air (jangan terlalu banyak atau adonan akan lembek).
membuat paper clay biasanya seperti mensculpting, dibentuk dan bisa diukir setelah kering tidak bisa. Berbeda dengan jenis clay diatas yang dibentuk satu persatu untuk detailnya.
Untuk paper clay bisa dilakukan sekaligus, membentuk dan didetail.
Hasil akhirnya keras dan bertekstur seperti batu. Setelah mengeras biasanya baru diberi warna, dan lapisan glossy / doff untuk mempertahankan warnanya. Hati – hati karena kalau terjatuh bisa patah / pecah.
Tips saya setelah membuka kemasannya dan disimpan usahakan ditutup dengan kain yang sudah dibasahi (lembab) baru dimasukkan ke dalam kantung / toples kedap.
Tujuannya untuk mencegah clay kering setelah terkena udara.

Merk yang pernah saya pakai : Lotus (sudah jarang ada) kemasan 500 gram harga tahun 2004 sekitar 36 ribu.

5.Stone Clay
Kenapa dinamakan stone? Karena karakteristik setelah kering keras dan bertekstur seperti batu sedikit mirip dengan paper clay hanya lebih halus.
Stone clay biasanya saya pakai La Doll dari merk Padico (Jepang), karakteristik juga mirip dengan paper clay berwarna putih agak butek karena warnanya solid hasil jadi tanpa pewarna adalah putih kekuning – kuningan. Hati – hati karena kalau terjatuh bisa patah / pecah.

la doll
Sama seperti paper clay setelah membuka kemasannya dan disimpan usahakan ditutup dengan kain yang sudah dibasahi (lembab) baru dimasukkan ke dalam kantung / toples kedap.
Stone clay umur penyimpananannya lebih lama sekitar 3 bulan setelah dibuka daripada paper clay yang hanya beberapa minggu setelah dibuka.

6. Light Clay

Picture-715-s-copy1
Ini jenis clay baru yang sedang saya coba. Awalnya karena tertarik membaca buku Mbak Petra Dewi, boneka clay buatannya cantik – cantik sekali (link nya : http://piets-art.com/)

024l-copy
Clay yang saya coba adalah Amos i-clay yang bisa dibeli di Gramedia tapi sulit sekali mencari warna putihnya padahal kan kalau mau buat boneka lebih banyak menggunakan warna putih.
Akhirnya saya “mengimport” bahan light clay dengan sertifikat non-toxic aman, harganya lebih murah. Kalau ada yang mau titip monggo silakan hubungi saya, sekalian saya juga ada clay tools ekonomis.

7. Polymer Clay
Saya belum pernah mencoba langsung tetapi saya pernah diajari oleh teman saya yang menggilai Sculp Clay.
Yang biasa digunakan adalah merk Sculpey (made in US), harganya cukup mahal. Karakteristik clay ini sangat keras dan agak sulit untuk dibentuk karena agak lentur seperti karet.
Biasanya orang membentuk dulu mendekati bentuk yang diinginkan baru kemudian mengukir detailnya. Mirip seperti stone clay atau paper clay, tetapi untuk polymer tidak perlu dibasahi karena clay jenis ini tidak terpengaruh oleh udara.
jadi selama belum di-oven atau dibakar, bentuknya tidak bisa permanen. Hasil akhirnya keras dan flexible seperti karet penghapus.Sculpey berwarna abu – abu, setelah keras baru diberi warna sesuai keiginan.
Versi murah polymer clay merk Fimo atau Kato (dibawah 50 ribu) tetapi biasanya sudah berwarna jadi setelah dioven tidak perlu diwarnai lagi.

 

Alat Bantu Untuk Mengerjakan Clay :

Memang pada dasarnya clay ini memerlukan keterampilan tangan jadi hanya dengan menggunakan tangan pun bisa dibuat. Tapi dengan adanya alat bantu akan semakin memudahkan membentuk, mempercantik bahkan membuat kreasi yang lebih luas lagi.

clay tool

Clay Tools seperti ini biasanya mempunyai 2 ujung dengan fungsi berbeda – beda. Untuk Air Dry Clay, bisa juga menggunakan Fondant Tools yang terbuat dari plastik, tidak masalah.

Untuk Polymer Clay yang cenderung keras diperlukan tools yang berbeda seperti ini

 

 

 

 

 

 

Untuk membantu menipiskan adonan dengan rata diperlukan roller, bisa terbuat dari plastik, akrilik ataupun kayu. Tetapi yang paling baik adalah yang tanpa pori karena tidak akan mempengaruhi adonan kecuali memang menginginkan tekstur tertentu.

Sekarang sudah banyak berbagai macam cetakan yang membantu membentuk bagian yang sulit atau memperbanyak (produksi dalam jumlah besar). Bahan cetakan ada yang terbuat dari resin dan plastik sehingga memerlukan release spray untuk membantu supaya tidak lengket, yang agak mahal terbuat dari silikon kebanyakan sudah food grade dan tidak perlu cairan untuk membantu melepas cetakan. Contoh yang paling banyak menggunakan molding adalah ornamen, aksesoris dan bagian tubuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Masih banyak lagi alat bantu lainnya, namun kalau tidak tersedia kadang kita bisa membuat alat bantu dengan alat yang ada disekitar kita. Misalnya :

  • Sedotan bisa membuat bentuk bulat, oval, kelopak, atau yang dibelah untuk membuat mulut boneka clay. berbeda penekanan menghasilkan fungsi yang berbeda untuk memotong atau hanya sekedar memberikan gambar/tekstur.
  • Saringan bisa dipakai membentuk tekstur kotak – kotak untuk jagung, wafel, dll. Saringan kasar bisa untuk membuat untaian tali atau rambut.

Kreasikan benda disekitar anda untuk membantu membuat clay tanpa batas.

 

Beberapa contoh iseng hasil karya saya (banyak yang tidak terdokumentasi karena 2003-2006 hp masih belum ada kamera) :

JS-clay

CLAY-003CLAY-005CLAY-002
CLAY-004

Sehubungan dengan permintaan beberapa customer maka Kursus Craft akan dibuka kembali, dulu saya pernah membuka Dapurcraft untuk kursus Clay dan Flanel sayang vakum karena kesibukan kantor, sekarang akan diaktifkan kembali. Biaya sangat terjangkau per sesi untuk bahan lokal dengan materi pemula sampai menengah. Murid saya dulu kebanyakan anak sekolah yang ingin membuat hadiah, ada juga ibu rumah tangga yang ingin mengisi waktu luang, sampai anak umur 4-6 tahun yang diajak ibunya untuk menumbuhkan kreatifitas mereka. Materi untuk anak berbeda karena pengenalan bentuk, warna serta pengarahan imajinasi untuk pembentukan saraf motorik dan sensorik.

Kursus privat minimal 3 orang dengan perjanjian melalui kontak 0818-7277-95.

13 thoughts on “MENGENAL JENIS CLAY

  1. Dear, mba thanks tas infonya tolong mba bisa sharing tidak yang mengenai clay masalah harganya and di jakarta yg jual clay dimana saja kalau bisa yg pas dikantong :), kabarin yah mba di email saya…..thanks

    • Maaf baru balas. Untuk clay dalam frame diusahakan clay yang tidak mudah berjamur karena letaknya didalam dan riskan terkena udara lembab. Bisa pakai lightclay atau air dry clay import yang menggunakan bahan kimia jadi lebih awet, kalau clay tepung dan softclay tidak disarankan karena menggunakan bahan organik yang bisa saja jamuran.
      Apabila butuh info lebih lanjut bisa email ke [email protected] dengan menulis subjek clay =) Terima kasih

    • Halo. Maaf baru balas. Untuk clay tepung tidak bisa dipastikan awet atau tidak jamuran karena tingkat kelembapan dan bahan ketika dibuat sangat berpengaruh sekalipun sudah menggunakan pengawet. Biasanya saya membuat di musim yang kering bukan musim hujan dan menyimpan ditempat kering akan awet sampai berminggu – minggu, kalau sudah kering juga sama jangan disimpan di area yang lembab. Keringkan dulu sampai benar2 kering (cirinya adalah agak mengerut kurleb 30%) baru diberi lapisan vernis supaya lebih awet. Pengalaman saya menyimpan hasil jadi yang sudah kering 100% divernis dan disimpan dalam toples kedap udara tahan bertahun – tahun tidak jamuran asal jangan disimpan ditempat lembap.
      Apabila butuh info lebih lanjut bisa email ke [email protected] dengan menulis subjek clay =) Terima kasih

  2. Mbak saya mau tanya, kalo buat bikin maket kayak detail2 misal buat kursi yang melengkung, mangkuk, teko, cangkir gitu lebih cocok pakai clay apa ya mbak? Soalnya saya pernah liat2 tutorial di youtube mereka nggak nunjukin kalo dibakar, nggak dibilangin juga kalo harus dibakar, tapi karakteristiknya mirip polymer clay? Terimakasih infonya..

    • Maaf baru balas, untuk membuat detail yang melengkung diperlukan clay dengan tingkat kelenturan tinggi. Misalnya grace clay, atau kalau yang mudah dicari adalah lightclay seperti amos yang bisa didapat di gramedia. Apabila butuh info lebih lanjut bisa email ke [email protected] dengan menulis subjek clay =)
      Terima kasih

  3. wahh aku baru kemarin belajar tentang clay,, langsung buka artikel ini,, keren, langsung tau banyak,, aku nya lngsung praktek buat ,,

    • sebenarnya ini masih kurang details sih, tp senang sekali jika artikel ini bisa membantu kamu yah.. selamat berkreasi. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *